Faraz sudah sampai diparkiran sekolah dan hendak berjalan menuju ruang kelas. Pria itu berjalan sambil membawa dua bungkus bubur Ayam yang tadi sudah ia beli. Tidak hanya itu dia juga menyapa semua temannya, memang Faraz orangnya sangat ramah dan friendly. Tapi katanya, ini katanya sih kalo Faraz lagi deket sama satu perempuan dia gak pernah respon perempuan lainnya. Gitu sih gak tau bener gak tau enggak.
Dari kejauhan dia mendapatkan seorang gadis, yang sedang mengenakan earponds di telinganya, rambutnya tergerai sebahu, menggendong tas putih, tingginya kurang lebih 158cm. Gadis itu berjalan di lorong kelas dengan perlahan namun seperti sedang menghafal rumus-rumus fisika dan kawan-kawannya. Membolak-balikkan buku yang ia genggam, jari-jari lengannya pun seperti orang yang sedang berhitung.
“Oh, anak IPA kayaknya. Dia abis dari perpustakaan terus bukunya juga tebal-tebal gitu”. Tebak Faraz.
Asing. Faraz cukup asing dengan gadis itu. Netra nya terus melihat kearah gadis yang perlahan mendekat kearahnya. Gadis itu masih sibuk dengan buku-buku nya, bahkan sekarang ia tidak melihat jalannya benar atau tidak. Lorong kelas ini sudah cukup sepi, karena para siswa sudah mulai memasuki ruang kelasnya masing-masing.
Dan tiba-tiba saja ia hampir menabrak tiang dihadapannya. Untung saja Faraz sigap dan meletakkan tangannya didekat tiang supaya jidat gadis itu tidak mengenai tiang tersebut.
“Neng, kalo jalan teh jalannya juga liat, jangan buku doang yang kamu liat”. Tegur Faraz.
Gadis itu terkejut dan melepaskan earponds nya, “Eh? pa? kenapa? enggak kedengeran, tadi bilang apa?”. Ucapnya.
“Hadeuhh, geulis kalo jalan teh jalannya liat juga, jangan fokus teuing sama buku”.
“Oh, iya maaf. Gue lagi coba inget-inget rumus soalnya sekarang ulangan harian”.
“Iya gak apa-apa untung ada gue. Kalo gak ada mah gak tau tuh jidat bakal benjol kali”.
“Makasih banyak yah. Gue duluan yah. Sekali lagi makasih lho”. Kata gadis itu sambil tersenyum dan menggenggam tangan Faraz. Cukup lama genggaman dan senyuman gadis itu dilontarkan kepada Faraz. Membuat Faraz sedikit salah tingkah dan jantungnya berdegup kencang.